Skip navigation

Sosiologi pendidikan

Sosiologi pendidikan islam

Sosiologi agama

Sosiologi pendidikan yaitu ilmu yang memperlakukan pendidikan sebagai sebuah gejala kemasyarakatan. Sosiologi pendidikan islam itu mengarah ke pure sciences dan applied sciences. Sosiologi pendidikan islam merupakan penggabungan antara sosiologi pendidikan dan sosiologi agama. Seperti dalam gambar berikut:

 

 

Dengan gambar tersebut, maka ini menggambarkan bahwasanya ilmu itu akan dapat berkembang dengan luas tidak terbatas. Tidak seperti gambar dibawah ini, ini akan membuat wawasan kita menjadi terkotak-kotak dan terbatas.

Sosiologi

 

Pendidikan

Islam

 

RUANG LINGKUP SOSIOLOGI PENDIDIKAN ISLAM

Ruang lingkup sosiologi pendidikan tidak terlepas dari masyarakat. Oleh karena itu sosiologi disebut juga sebagai Ilmu Masyarakat atau Ilmu yang membicarakan masyarakat. Masyarakat itu pasti  manusia. Contohnya: LEBAH, ini bukan merupakan masyarakat namun hanya sekedar komunitas, dapat disebut masyarakat itu dikarenakan adanya suatu sistem kekerabatan. Jika tidak ada sistem kekerabatan maka suatu komunitas itu tidak dapat disebut dengan masyarakat. Seperti LEBAH yang adahanya seekor  ratu dan  pekerjanya yang setelah itu akan mati, atau AYAM bertelur lalu ia besarkan anak ayam  itu kemudian setelah besar dan menjadi pejantan maka akan di embat juga oleh induk ayam, padahal tadinya ia berperan sebagai ibu dari ayam.

Manusia tidak seperti dikatakan dalam hal di atas, karena manusia pertama yaitu ADAM itu merupakan nabi pertama sekaligus orang pertama yang melembagakan sistem kemasyarakatan. Sejak NABI ADAM sistem kekerabatan itu ditata. Serta sistem pernikahan pun di anjurkan untuk sistem eksogami yaitu keluar dari garis kekerabatan.

Jadi kaitanya dengan agama islam itu sangat jelas, bahwasanya pendidikan islam bertugas mengilmiahkan wawasan
tentang kependidikan yang terdapat dalam sumber-sumber pokok dengan bantuan dari penapat para ulama/ilmuan muslim. Nilai-nilai ketuhanan berada di atas nilai-nilai keilmiahan an ilmu pengetahuan. Agama islam bukan ilmu pengetahuan karena bukan ciptaan budaya manusia. Agama islam adalah agama Tuhan yang diturunkan kepada umat manusia melalui rasul-Nya untuk dijadikan pedoman hidup dan harus diyakini kebenarannya.

POLA PRODUKSI

Setiap orang itu pasti berproduksi, seperti dalam kisah Nabi Yusuf  yaitu ia melalui mimpi, Akan terjadi tujuh tahun yang penuh kemakmuran di Mesir, dimana para petani pada masa tersebut akan dapat menikmati hasil panen mereka dengan berlipat-lipat. Tetapi setelah tujuh tahun kemakmuran itu, akan segera diikuti tujuh tahun yang penuh dengan bencana, tanaman mengering, hujan tidak turun, binatang ternak pada mati, kelaparan dan wabah yang hampir memusnahkan penduduk Mesir. Pada masa sulit ini, orang-orang akan menggunakan persediaan makanan yang mereka simpan pada tujuh tahun masa kemakmuran sebelumnya. “Tidak ada jalan keluar menghadapi kenyataan ini,” ujar Yusuf. Oleh karena itu, pada tujuh tahun pertama masa kemakmuran, seberapapun hasil panen yang diperoleh harus disimpan, Yusuf menasihati. Dengan cara ini, selama masa tujuh tahun berikutnya, orang-orang akan dapat menggunakan hasil panen yang telah mereka simpan sebelumnya. Lebih lanjut, Yusuf menambahkan bahwa setelah tujuh tahun masa sulit itu, akan datang masa penuh harapan dimana hujan mulai turun dan kemakmuran akan kembali dalam kehidupan rakyat Mesir. Pada masa tersebut, pohon-pohon anggur dan zaitun yang lama mati akan hidup kembali dan menghasilkan buahnya secara berlipat-lipat. Begitu juga tanaman rami, wijen, dan kasturi akan menghasilkan kembali minyaknya. Pelayan minuman raja tersebut membawa tafsiran Yusuf kepada tuannya dan sang raja senang mendengarnya. Seketika itu juga dia memerintahkan pengawalnya agar Yusuf segera dibawa ke istana.

Dengan begitu berproduksi itu sangat penting untuk kehidupan kemasyarakatan di dunia ini. Dengan berproduksi manusia tidak akan gaptek (gagap teknologi). Karena gaptek itu akan menjadikan negeri yang seperti surga ini masih banyak masyarakat yang kelaparan, gizi buruk dan sebagainya.

SISTEM KEKERABATAN

Dalam masyarakat itu pasti ada sistem kekerabatan. Apa masyarakat itu selalu ada tempat(teritorial) atau tidak?

Kerumunan itu bukan merupakan masyarakat meskipun banyak jumlahnya, karena tidak ada sistemkekerabatan/ kemasyarakatan.

Jawabanya itu ada, Masyarakat itu tidak selalu ada dalam suatu teritorial tapi dengan suatu simbol saja itu akan membuat masyarakat itumemiliki identitas. Simbol itu selalu terkait dengan makna bukan dari bahan apa ia dibuat.

CARA MEMPELAJARI MASYARAKAT

Menurut max weber: dalam mempelajari masyarakat itu cukup mempelajari orang-orang dalammasyarakat itu saja, tidak semuanya hanya sebagian. Dengan begit kita dapat mengetahui pola interaksi dalam masyarakat itu. Atau juga disebut dengan interaksionism.

Menurut emile durkeim: untuk mempelajari masyarakat kita harus melihat dari keseluruhan dari masyarakat suatu masyarakat, karena dalam masyarakat ada pranata. Pranata adalah suatu fungsi dalam masyarakat. Atau juga disebut dengan fungsionalism.

About these ads

  1. meskipun ada kesalahan teknis……….. yaitu tak lain dan tak bukan mengenai skema yang tak bisa tampak, namun semoga cukup jelas bahwa sosiologi pendidikan islam itu sebenarnya adalah penggabungan antara sos ag dan sos pend….

    well…..
    we will keep on writing :D

    • ratna maftuhatun
    • Posted Oktober 26, 2010 at 10:58 pm
    • Permalink
    • Balas

    assalamu’alaikuum. . . .
    menurut saya mempelajari sosiologi pendidikan ini sangat penting sekali. . .
    karena terkait dengan masyarakat mengenai pendidikan, berawal dari ruang lingkup hingga kaitanya dengan masyarakat dan pendidikan islam.
    walaupun di blog ini tidak tertera skema gambarnya, mungkin selanjutnya bisa ditamabahkan, agar kita semua dapat melihat bagaimana skema gambar hubungan antara sosiologi, pendidikan, dan islam. . . .
    sekian thx, wassalamu’alaikuum. . . .

  2. Assalamu’alaikum….
    Berkenaan dengan ruang lingkup sosiologi yaitu mempelajari tentang masyarakat, bahwa pada kenyataannya masyarakat senantiasa mengalami perubahan yang sangat cepat dan hal ini tentunya menimbulkan berbagai dampak yaitu masalah yang dihadapi dari perubahan tersebut. Contohnya arus globalisasi,perkembangan IPTEK. Bagaimana sih sosiologi pendidikan ini dipahami dan dilaksanakan untuk mengatasi masalah tersebut? semoga selanjutnya dapat dijelaskan mengenai hal ini.Sekian thx,Wassalamu’alaikum….

  3. Assalamu’alaikum kawandd……….
    untuk pertama kalinya kita dipertemukan dalam sebuah blog?!! see, mungkin inilah alternatif penugasan selain makalah, yang menurut saya mayan efisien :)
    okee2, kaitannya dengan sosiologi pedidikan, comment saya adalah bahwa dengan sosiologi pendidikan kita dapat mengetahui kondisi masyarakat terkini, sehingga kita dapat menyesuaikan kualitas intelektual sesuai pertumbuhan dan perkembangan dalam masyarakat, tentu dengan peninjauan dari aspek sosiologis….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: